Prima Collection Konveksi Seragam Drumband

Beranda » Blog » Mengenal Sejarah Hari Santri dan Karakteristik Khasnya

Mengenal Sejarah Hari Santri dan Karakteristik Khasnya

Diposting pada 12 January 2024 oleh primaco / Dilihat: 417 kali / Kategori:

Hari santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober, sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) No. 22 Tahun 2015. Peringatan ini adalah bentuk penghormatan atas andil para santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan.

Peringatan ini sendiri pertama kali diusulkan oleh masyarakat pesantren untuk mengingat, meneladani, juga melanjutkan peran ulama dalam mempertahankan NKRI. Peringatan ini juga memiliki sejarah panjang hingga saat ini.

Setiap tahunnya hari santri memiliki tema yang berbeda-beda, namun memiliki pesan-pesan positif terutama bagi kaum muslim di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan untuk perayaannya berupa zikir, shalawat, munajat, juga doa yang relevan dengan tema.

Santri dalam KBBI sendiri memiliki arti orang yang mendalami agama Islam, juga bermakna ibadah sungguh-sungguh atau orang saleh. Oleh karena itulah, kegiatan yang dilakukan setiap tanggal 22 Oktober harus sesuai dengan karakteristik khas masyarakat pesantren.

Mengenal Sejarah Hari Santri

Seperti penjelasan sebelumnya, peringatan hari santri sudah melalui sejarah yang sangat panjang. Sebagai muslim Indonesia, sejarah peringatan tanggal 22 Oktober ini sudah semestinya diketahui.

Apalagi peringatan ini tidak terlepas dari peran penting perkembangan dunia santri di Indonesia. Sejarah peringatan 22 Oktober ditetapkan berdasarkan usulan ratusan anak didik Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Malang, tahun 2014 silam.

Pada 2014 tersebut, Presiden Joko Widodo masih menjadi calon dan belum menjabat sebagai pemimpin Indonesia. Pada kesempatan tersebut, beliau berjanji kepada anak didik pesantren akan memperjuangkan usulan hari santri dalam lingkup nasional.

Pada hari itu, Presiden Joko Widodo menandatangani komitmen untuk menetapkan peringatan tersebut pada tanggal 1 Muharram. Namun, pengutus besar NU mengusulkan tanggal lain, yaitu 22 Oktober dengan pertimbangan latar belakang sejarah.

Menurut sejarahnya, Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari mencetuskan fatwa resolusi jihad pada 22 Oktober 1945. Beliau sendiri merupakan seorang ulama serta menjadi pahlawan nasional Indonesia dalam melawan penjajahan.

Resolusi Jidah dicetuskan dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah diserang kembali oleg sekutu. Oleh sebab itulah, sejarah 22 Oktober menjadi pertimbangan untuk memperingati hari santri nasional.

Usulan tersebut sebenarnya sebat mengundang berbagai penolakan, sebab ada pihak yang khawatir akan terjadi perpecahan masyarakat. Sebab, hal ini berarti tidak ada pengakuan bagi yang bukan anak didik pesantren.

Meskipun terdapat penolakan, namun pada 15 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober untuk peringatan tersebut. Tidak hanya anak didik pesantren saja, setiap umat Islam tetap bisa merayakannya dengan kegiatan berbagai kegiatan positif.

Karakteristik Khas Santri

Hari santri yang diperingati setiap 22 Oktober dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif sesuai dengan karakteristik anak didik pesantren. Berikut adalah beberapa karakter khas yang perlu dikenali oleh anak-anak santri.

1.      Teosentrik

Teosentrik adalah nilai dalam karakter diri berdasarkan pandangan yang menyatakan bahwa suatu kejadian berasal, berproses, dan kembali pada Allah SWT. Semua aktivitas pendidikan sebagai bentuk indah dan merupakan bagian integral dari totalitas kehidupan keagamaan.

Karakter ini membuat anak didik pesantren lebih berhati-hati dalam membawa diri dan tidak terjerumus dalam perbuatan subhat, bathil, serta haram. Spiritual tinggi membuat santri selalu merasa diawasi Pencipta, juga beramal dan berperilaku semata-mata untuk Allah SWT.

2.      Sukarela

Hari santri juga tidak terlepas dengan ciri khas anak didik pesantren yang tercermin dari kepasrahan dalam belajar. Segala aktivitas pembelajaran maupun pembiasaan lain juga dilakukan secara sukarela meski tidak diawasi kiai maupun ustaz.

3.      Kearifan

Seorang santri identik dengan karakter arif, yaitu sabar, rendah hati, juga patuh pada ketentuan hukum agama. Selain itu, santri juga bisa mencapai tujuan tanpa merugikan orang lain serta memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.

4.      Sederhana dan Mandiri

Peringatan hari santri juga untuk meneladani karakter sederhana murid pesantren, rendah hati dan tidak sombong menjadi sifat khas meski berasal dari keluarga kaya. Fasilitas pesantren serba terbatas sehingga membentuk kesederhanaan serta kemandirian anak didik.

Sederhana dan mandiri bukan mencerminkan orang tidak mampu, namun menunjukkan pribadi peduli sesama, juga menyadari dunia adalah tempat sementara. Kesederhanaan dapat terlihat dari cara berpakaian serta benda yang dimiliki tidak bermewah-mewah.

Kemerdekaan Indonesia melawan penjajah tidak terlepas dari peran para ulama dan santri dalam mempertahankan NKRI. Oleh sebab itu, setiap tanggal 22 Oktober diperingati hari santri dengan berbagai kegiatan positif yang menunjukkan ciri khas anak didik pesantren.

Mengenal Sejarah Hari Santri dan Karakteristik Khasnya

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Mengenal Sejarah Hari Santri dan Karakteristik Khasnya

Tutup Sidebar
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Primaco Customer Service
● online
Primaco Customer Service
● online
Halo, perkenalkan saya Primaco Customer Service
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja