Prima Collection Konveksi Seragam Drumband

Beranda » Blog » Kostum Penari Gambyong Khas Surakarta Jawa Tengah

Kostum Penari Gambyong Khas Surakarta Jawa Tengah

Diposting pada 14 October 2023 oleh primaco / Dilihat: 105 kali / Kategori:

Dalam pementasan, kostum penari Gambyong akan jadi perhatian. Tarian Jawa Klasik sangat beragam, rata-rata menggunakan pakaian yang mirip-mirip karena semuanya menonjolkan unsur adat budaya. Paling pokok adalah penggunaan bahan jarik atau jarit.

Selebihnya, setiap jenis tari dilengkapi dengan properti berbeda. Sehingga penonton terutama yang paham tarian Jawa klasik bisa mudah mengidentifikasi selain dari musik. Hal ini dikarenakan adanya aturan atau ketentuan khusus untuk pakaian tari.

Seiring berkembangnya zaman, kesenian dibuat menjadi lebih fleksibel dan memudahkan penari. Salah satunya penggunaan kostum instan. Lebih mudah, nyaman, menyingkat waktu persiapan dan tetap mengikuti ketentuan asalnya.

Kostum Penari Gambyong dengan Unsur Klasik

Kostum Penari Gambyong Khas Surakarta Jawa Tengah

Kostum Penari Gambyong Khas Surakarta Jawa Tengah

Inti dari pakaian tari adalah menonjolkan kebudayaan yang dibawakan. Setiap unsur didalamnya memiliki maksud tersendiri dan ini tidak bisa dihilangkan untuk alasan apapun. Gambyong sendiri mengikuti ketentuan dalam berpakaian seperti berikut ini.

1.      Kemben

Kemben adalah kain yang dipakai di bagian dada para penari menutup sampai bagian pinggang atau sampai lutut. Jadi bagian bahunya terbuka tanpa penutup apapun. Paling umum digunakan bahan beludru atau katun, bisa juga kain jumputan berwarna hijau.

Warna ini dipilih karena melambangkan kesuburan. Sebab dahulu kala tari Gambyong dibawakan untuk menyambut masa penanaman padi atau pada saat panen. Tapi saat ini sering juga digunakan kemben atau mekak berwarna coklat, hitam atau warna yang senada dengan bawahan.

2.      Sabuk

Sabuk ini merupakan kostum penari Gambyong yang ditonjolkan, karena menghadirkan sisi estetika selain sebagai pelengkap. Adanya sabuk juga untuk mengikat pakaian dengan kain bawahan sehingga lebih aman tanpa mengurangi keluwesan penari.

3.      Selendang atau sampur

Selendang pada tari Gambyong tidak diikatkan pada bagian pinggang, melainkan hanya dikalungkan di atas salah satu bahu penari. Posisinya sama panjang antara bagian depan dan belakang. Sesekali penari akan menggunakannya dengan cara menyibak dengan lembut.

Warna sampur identik kuning. Filosofinya adalah kemakmuran, karena dikaitkan dengan masa panen. Saat dibawa ke dalam keraton sebagai tarian untuk menyambut tamu, filosofi ini tidak hilang. Tetap mencerminkan kemakmuran dan kesuburan.

4.      Aksesoris

Penari menggunakan aksesoris berupa gelang, kalung, giwang, tusuk pentul, tibo dodo dan melati pintu sebagai pelengkap. Asesoris ini menggunakan bahan logam berwarna keemasan yang selaras dengan warna kostum penari Gambyong.

5.      Riasan dan Sanggul

Riasan khas adat Jawa yaitu menggunakan warna-warna terang seperti merah, kuning langsat dan hijau. Sementara bagian rambut menggunakan sanggul berbentuk bulat bergaya sanggul tekuk dan sasakan atau subal khas Surakarta.

Seragam mayoret drumband kombinasi batik

Seragam mayoret drumband kombinasi batik

baca juga konveksi seragam drumband jogja

Kostum Penari Gambyong dengan Unsur Modern

Meski merupakan adat yang tetap dijaga kelestariannya, pakem penggunaan kostum ini dibuat mengikuti perkembangan zaman. Sesuai dengan karakteristik penari generasi muda yang lebih suka pakaian simple.

Diantaranya pemakaian mekak atau kemben instan. Tidak lagi berupa bahan panjang yang dililitkan di bagian dada kemudian diikat stagen atau sabuk, tetapi saat ini banyak digunakan kemben instan. Bentuknya juga tidak hanya lurus di bagian bawah tetapi lebih beragam.

Kemudian jarik sebagai bawahan, juga tidak lagi menggunakan kain dengan wiru di bagian dalam satu sisinya. Penari saat ini dimudahkan dengan jarik yang dijahit menyerupai rok, zipper di bagian belakang, dan tetap menggunakan aksen wiru di bagian depan.

Menariknya, untuk beberapa kebutuhan pementasan, seperti di sekolah dimanfaatkan inovasi baru khususnya untuk sanggul. Tidak lagi menggunakan sasak yang memakan waktu, melainkan menggunakan sanggul instan.

Mulai dari bagian atas dahi hingga sanggul utama di bagian belakang kepala jadi satu. Pemakaiannya cukup langsung dipasangkan seperti memakai wig. Bahkan untuk sanggul ini bisa diganti menggunakan bahan tiruan, bukan lagi memanfaatkan rambut.

seragam mayoret pink dengan motif batik

seragam mayoret pink dengan motif batik

Kemudian, kostum penari Gambyong untuk bagian bahu sampai tangan yang terbuka, saat ini banyak penari menggunakan manset. Manset berupa kaos panjang menutup sampai leher dan pergelangan tangan dipilih warna kulit, jadi seperti kamuflase.

Bagian kaki, tetap tanpa alas apapun seperti kebanyakan jenis tarian tradisional karena berkaitan dengan fleksibilitas gerakan langkah. Meski tidak selalu dipentaskan di atas panggung, tarian tetap dibawakan seperti kebiasaan awalnya.

Meski terdapat beberapa inovasi baru dalam berpakaian, namun ketentuan awalnya tetap diikuti. Kedepannya tidak menutup kemungkinan digunakan properti modern yang jauh lebih simple, fleksibel dan tetap mengikuti unsur utama kostum penari Gambyong.

 

Prima collection

Kostum Penari Gambyong Khas Surakarta Jawa Tengah

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Kostum Penari Gambyong Khas Surakarta Jawa Tengah

Tutup Sidebar
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Primaco Customer Service
● online
Primaco Customer Service
● online
Halo, perkenalkan saya Primaco Customer Service
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja